Tampilkan postingan dengan label Info Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

Waspadai Tindak Kejahatan Selama Bulan Puasa




Bandung - Selama bulan Ramadan biasanya ada sejumlah tindak kejahatan yang meningkat di tengah masyarakat. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan agar tak menjadi korban kejahatan.


Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso menyebut, tindak kejahatan yang meningkat pada bulan puasa seperti pencopetan, pencurian, dan penipuan.


"Yang meningkat diantaranya pencopetan. Karena adanya peningkatan aktivitas di pusat keramaian, tindak kejahatan ini menjadi sering terjadi," ujar Rakhman saat ditemui dalam acara Silaturahmi Ulama Bandung dan Pencanangan Gerakan Koperasi Syariah Berbasis Masjid di Auditorium Gedung Adda'wah Bandung, Jalan Batik Halus, Bandung, Minggu (22/7/2012).


Selain itu, pencurian rumah kosong juga meningkat seiring dengan adanya aktivitas tarawih di malam hari. "Kalau bulan puasa itu banyak rumah yang ditinggal penghuni untuk tarawih. Itu juga sering dijadikan sasaran pencurian," katanya.


Untuk jenis penipuan, biasanya banyak ditemukan arisan-arisan lebaran yang menjanjikan keuntungan berlipat. "Jangan mudah percaya dengan hal-hal yang sifatnya untung dengan cepat, itu malah bisa mengakibatkan kerugian," tutur Rakhman.


Ia pun mengimbau warga untuk lebih mawas diri dan berhati-hati selama bulan puasa.

Rabu, 25 Juli 2012

PAJAK DAN HIKMAH PUASA

  Fuad Rahmany

Bulan Ramadhan telah tiba, dan saatnya bagi kaum muslim untuk menjalankan kewajiban ibadah puasa. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari ibadah puasa. Salah satu hikmah puasa adalah membangun kepedulian sosial dan empati terhadap sesama. Dengan puasa, seseorang diajak merasakan kelaparan, kesusahan dan penderitaan kelompok fakir miskin di sekitarnya. Selanjutnya diharapkan timbul solidaritas sosial memikirkan nasib dan membantu meringankan penderitaan mereka. 
 
Puasa pada bulan Ramadhan juga mengajak kaum muslim untuk mengembangkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Dengan puasa kita dapat merasakan beban yang yang dirasakan mereka yang tidak mampu. Oleh karena itu di bulan Ramadhan, umat islam diwajibkan membayarkan zakat fitrah dan zakat mal. Jadi dengan kata lain semangat puasa adalah mendorong adanya pemerataan kesejahteraan.
 
Keselarasan Pajak dalam Kewajiban untuk Beramal
Agama mengajarkan kepada manusia untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk kemudian diberikan kepada mereka yang miskin atau yang membutuhkan adalah salah satu bentuknya. Ajaran agama membedakan dalam beberapa tingkatan ibadah dari yang wajib hingga ke sunah (tidak wajib),  namun semua memiliki tujuan yang sama yaitu untuk pemerataan kesejahteraan.
 
Pajak juga mendukung pemerataan kesejahteraan di masyarakat. KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan bahwa pajak merupakan bentuk aktualisasi strategis dari sedekah alias kesetiakawanan sejati bagi sesama, terutama yang lemah, apa pun agama/keyakinan dan warna kulitnya. Dalam pandangan KH Masdar Farid Mas’udi pajak harus dibayar karena pajak merupakan ibadah kepada Allah demi kemaslahatan bersama. Di sisi lain negara sebagai pemungut dan pengelola pajak harus dievaluasi bukan lagi sebagai pemilik uang pajak, melainkan hanya sebagai ”amil” yang harus mempertanggungjawabkan setiap rupiah dari pajak yang dipungut kepada Allah di akhirat nanti dan kepada segenap rakyatnya di dunia ini.
 
Saat ini sistem perpajakan Indonesia juga dirancang untuk dapat mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan sosial. Salah satu desain dari rancangan tersebut adalah dengan menerapkan tarif pajak progresif atas penghasilan orang pribadi. Dengan tarif tersebut maka tarif pajak akan meningkat seiring dengan meningkatnya penghasilan Wajib Pajak. Prinsip yang mendasari pajak progresif adalah bahwa mereka yang memiliki penghasilan lebih besar harus menanggung beban yang lebih besar dari total penerimaan pajak negara. Pengenaan tarif pajak progresif ini sekaligus merupakan wujud dari teori daya pikul, yakni pajak dibebankan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan ekonominya. Kemudian uang pajak yang dikumpulkan, disalurkan dalam bentuk program-program pengentasan kemiskinan, seperti Jamkesmas dan bantuan sosial.
 
Posisi  Zakat dalam Sistem Perpajakan
Zakat merupakan bentuk sumbangan wajib yang harus dibayarkan oleh kaum muslim. Zakat atas penghasilan (zakat mal) telah mendapat tempat dalam sistem perpajakan Indonesia yaitu pembayaran zakat atas penghasilan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam rangka penghitungan pajak. Pemerintah pada tahun 2010 telah menerbitkan peraturan yang mengatur zakat dan sumbangan wajib keagamaan lainnya dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
 
Pembayar zakat baik Wajib Pajak orang pribadi maupun Wajib  Pajak  badan  dalam negeri yang  dimiliki oleh pemeluk agama Islam dapat mengurangkan zakat dari penghasilan bruto apabila pembayaran zakatnya dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang  dibentuk  atau disahkan oleh Pemerintah. Yang dimaksud dengan Badan amil zakat atau lembaga amil zakat disini adalah badan atau lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang yang mengatur tentang pengelolaan zakat. Zakat yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto tidak hanya yang dibayarkan oleh Wajib Pajak tetapi juga zakat yang dibayarkan istri dan anaknya yang belum dewasa. Tentu saja untuk dapat dikurangkan, zakat atas penghasilan tersebut harus disertai dengan bukti-bukti yang sah.
 
Jadi bisa dikatakan bahwa sistem perpajakan Indonesia saat ini telah mewadahi zakat maupun tujuan mulia dari zakat itu sendiri yaitu mewujudkan keadilan sosial. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1433 H. 

Sabtu, 21 Juli 2012

NU Jatim Terjunkan 12 Tim Pantau Hilal


WARTA INFO SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menerjunkan 12 Tim untuk melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan.

”Rukyat akan kami gelar besok. Ada 12 Tim yang kami terjunkan di beberapa lokasi,” kata Wakil Ketua PWNU Saleh Hayat kepada Okezone-warta info, Rabu (18/7/2012).

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur itu 12 lokasi yang menjadi titik rukyat, di antaranya Pantai Tanjung Kodok, Lamongang; Pantai Ngliyep, Malang Selatan; Pantai Gili Ketapang, Banyuwangi; Pantai Ngamplung, Jember; Pantai Kenjeran; Pantai Serang, Blitar; serta Bukti Condro Dipo, Gresik.

Ada dua tim yang dibekali teropong, yakni di Pantai Serang dan Bukit Condro Dipo. Selebihnya, menggunakan pengamatan dengan mata telanjang.

Menurut Saleh, perkiraan awal puasa diprediksi antara 20 dan 21 Juli. Namun demikian, tetap mengacu pada hasil rukyatul hilal ini.

Saleh mengatakan, jika tim sudah melihat hilal maka akan dilakukan sumpah oleh hakim yang telah disepakati. Selanjutnya, hasil rukyatul hilal akan dibawa ke sidang Isbat Kementerian Agama.

















Jamaah Tarekat Syatariyah Pantau Hilal di Makam Ulama

Makam Syeik Burhanuddin di Ulakan (Dok: Sindo TV/Eka Guspriadi)


WARTA INFO PADANGPARIAMAN - Bila pemerintah melakukan rukyatul hilal penetapan awal Ramadan pada sore nanti, maka pengikut Tarekat Syatariah di Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, baru melakukannya pada Jumat sore besok.

Bila hilal terlihat, maka akan berpuasa Sabtu lusa, namun jika tidak terlihat, puasa baru dilaksanakan pada Minggu 22 Juli.

Jamaah Syatariyah akan memusatkan pemantauan hilal di Makam Syeik Burhanudin, di Ulakan, Padangpariaman. Pemantauan hilal dimulai Jumat siang dihadiri 50 ulama besar Syatariah se-Sumbar.

Mukhtar, ulama Tarekat Syatariyah, Kamis (19/7/2012), mengatakan tradisi ini telah ada sejak zaman Syeik Burhanuddin yang berpedoman pada bilangan takwim Qamsyiah, yakni hitungan berdasarkan tahunan. Kegiatan itu dilakukan dengan mata telanjang sesuai tradisi turun temurun.

Selain di Ulakan, jamaah Syatariah juga melakukan pemantauan hilal di beberapa lokasi di Sumbar. Meski demikian, yang dijadikan patokan, tetap pemantauan di Ulakan.

1 Ramadan Jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012



Suryadharma Ali


WARTA INFO JAKARTA- Pemerintah memutuskan 1 Ramadan 1433 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012. Hal itu diputuskan melalui sidang isbat yang digelar Kamis (19/7/2012) di kantor kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, sejak pukul 19.00 WIB.

“Kami memutuskan dan menetapkan 1 Ramadan 1433 Hijriyah jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas), Kementerian Agama, Ahmad Jauhari, mengatakan Laporan rukyat yang masuk ke pusat berasal dari 38 lokasi. “Semuanya menyatakan tidak melihat hilal," ujar Jauhari.

Titik lokasi pemantauan Hilal itu antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara,  NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Aceh. 

Sidang itsbat ini diikuti sejumlah Ormas Islam, MUI, dan Komisi VIII DPR. Namun, dalam sidang kali ini, perwakilan Muhammadiyah tidak hadir.  Untuk diketahui Muhammadiyah telah memutuskan 1 Ramadan jatuh pada Jumat 20 Juli 2012. Atas perbedaan tersebut, Menteri Agama meminta semua pihak untuk menghormati perbedaaan tersebut.

Selain Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) juga akan mengawali puasa pada Jumat 20 Juli 2012.  “Awal Ramadan adalah hari Jumat,” kata perwakilan Tim Falakiyah DPP FPI.

FPI menyatakan telah melihat hilal di lokasi pesantren Al Husainiah, Cakung .”Tim Falakiyah melihat hilal jam 17.53 WIB, lama penglihatan 4 menit, posisi hilal berada di  kiri matahari,” katanya.

Kendati berbeda dengan pemerintah, namun FPI berjanji akan tetap menghargai perbedaan dengan pemerintah. Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan 1 Ramadan akan jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012.

Bosscha: Hilal di Indonesia Sulit Diamati

Suasana pengamatan hilal di Observatorium Bosscha (Foto: Okezone/Iman H)




WARTA INFO BANDUNG BARAT - Hilal untuk menentukan awal Ramadan saat ini sulit diamati, termasuk di seluruh titik pengamatan di Indonesia.

Hasil pengamatan Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB), posisi hilal saat ini berada di bawah 2 derajat atau tepatnya 1 derajat 4 menit.

“Kita punya peluang sangat tipis untuk mengamati hilal hari ini. Posisi bulan di atas ufuk hanya 0,2 derajat. Ini tidak bisa diamati dengan inkam rukyat, metode untuk menentukan awal bulan,” terang peneliti astronomi, Hakim L Malasan, di Observatorium Bosscha ITB, Lembang, Kamis (19/7/2012).

Untuk diketahui, metode inkam rukyat biasa dipakai untuk menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri, yakni posisi bulan di atas ufuk minimal 4 derajat.

“Kalau besok peluangnya besar, posisi bulan 12 derajat di atas ufuk,” sebutnya.

Hal itu disampaikan menurut simulasi berdasarkan penghitungan ilmu astronomi. Pengamatan secara langsung terhadap hilal baru dilakukan pada pukul 17.00 WIB.

“Tapi, apa pun yang terjadi, kami akan coba arahkan teropong ke posisi di mana bulan berada,” kata Hakim seraya menambahkan, dalam pengamatan ini, Bosscha menyediakan dua teropong.

Selain di Lembang, ada 18 tempat di Indonesia yang melakukan pengamatan serupa. Menurut Hakim, dari 18 tempat tersebut, tidak satu pun tempat yang memungkinkan untuk melihat hilal.

“Semua tempat di seluruh Indonesia rata-rata bulan di bawah 2 derajat," tandasnya.

Di tempat lain, seperti Palabuhanratu memang posisi bulan lebih tinggi yakni 1 derajat 40 menit. Meski begitu tetap tidak memungkinkan melihat hilal dengan baik.

Mantan Kepala Observatorium Bosscha itu menambahkan, hasil amatan Bosscha akan menjadi masukan penting dalam sidang isbat Kementerian Agama malam ini.

Ribuan Umat Islam di Yogya Gelar Salat Tarawih Perdana


Prabowo 
WARTA INFO YOGYAKARTA - Ribuan umat Islam di Yogyakarta mulai malam ini sudah melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid-masjid. Mayoritas jamaah merupakan warga Muhammadiyah.

Pantauan  di Masjid Gedhe Kauman, umat Islam sudah melaksanakan salat tarawih berjama'ah. Salat tarawih dilaksanakan sebanyak 11 raka'at.

Takmir Masjid Kauman, H. Budi Setiawan sudah memberikan ceramah pada ratusan jama'ah. Budi juga sekaligus sebagai imam dalam salat tarawih berjama'ah ini.

"Perbedaan bukan menjadikan kita saling berselisih satu sama lain. Salat yang kita laksanakan empat rokaat dua kali ditutup dengan witir tiga rokaat," jelasnya, Kamis (19/7/2012) malam.

Usai memberikan ceramah, jamaah di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta melaksanakan salat tarawih secara berjamaah.

Jumat, 20 Juli 2012

Lokasi Rawan Kejahatan di Jakarta Saat Bulan Ramadan

Ilustrasi
ilustrasi


WARTA INFO JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Daerah Metro Jaya telah mencatat beberapa wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya  rawan akan kriminalitas yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Agung Budi Maryoto, mengimbau kepada warga DKI Jakarta agar lebih hati-hati dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.

"Kita mengkategorikan lokasi rawan itu dari beberapa sisi, di antaranya lokasi rawan kejahatan, lokasi rawan street crime, bentrok antar warga dan lainnya," ucapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jum'at (20/7/2012).

Berikut adalah pemetaan beberapa lokasi rawan yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya :

- Untuk lokasi rawan kriminalitas ada 47 lokasi : 

1. Polres Tangerang Kota ada 5 lokasi.
2. Polres Jakarta Barat 10 lokasi.
3. Polres Jakarta Selatan 5 lokasi. 
4. Polres Jakarta Pusat 6 lokasi. 
5. Polres Jakarta Timur 7 lokasi. 
6. Polres Jakarta Utara 8 lokasi. 

Untuk wilayah kota peyangga, antaranya : 

1. Depok Traffic Light (TL) Kolong Jembatan Universitas Indonesia (UI), 2. TL. Cimanggis/ Simpang, Depan Terminal Bus Depok Jalan Margonda.
3. Restro Bekasi Kota, TL Perlumnas I dan Resta Bekasi, TL Cikarang, dan TL Bantar Gebang.

- Untuk wilayah rawan Street Crime ada 71 lokasi :

1. Polres Jakarta Selatan 12 lokasi.
2. Polres Depok 7 lokasi.
3. Polres Bekasi 10 lokasi.
4. Polres Bekasi Kota 6 lokasi.
5. Polres Jakarta Timur 6 lokasi.
6. Polres Jakarta Utara 30 lokasi.

Lalu, beberapa lokasi rawan tawuran atau bentrok warga ada 71 lokasi diwilayah hukum Polda Metro Jaya. 

1. Polres Tangerang Kota 5 lokasi.
2. Polres Jakarta Barat 5 lokasi.
3. Polres Jakarta Selatan 20 lokasi.
4. Polres Depok 2 lokasi.
5. Polres Jakarta Pusat 8 lokasi.
6. Polres Bekasi 7 lokasi.
7. Polres Bekasi Kota 5 lokasi.
8. Polres Jakarta Timur 9 lokasi.
9. Polres Jakarta Utara 10 lokasi.

Dan beberapa lokasi rawan balap liar ada 50 lokasi. 

1. Wilayah Jakarta Barat ada 4 lokasi. 
2. Wilayah Tangerang Kota ada 16 lokasi. 
3. Wilayah Kabupaten Tangerang 3 lokasi. 
4. Wilayah Jakarta Selatan 2 lokasi.
5. Wilayah Jakarta Pusat 3 lokasi.
6. Wilayah Depok 7 lokasi.
7. Wilayah Jakarta Utara 5 lokasi.
8. Wilayah Jakarta Timur 3 lokasi.
9. Wilayah Bekasi Kota 6 lokasi.
10. Wilayah Bekasi Kabupaten ada 1 lokasi.

Perlu diketahui, 8.000 personel dari Polda Metro Jaya siap untuk mengamankan kota Jakarta selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Selain itu, ada juga gabungan dari Provos TNI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Biddokes dan lainnya. Dari seluruh pasukan yang disiapkan yakni mencapai 8.645 personel. Di sisi lain, telah dibentuk juga posko dan pos PAM.

Awal Ramadan, Ditemukan 16 Kg Daging Sapi Tak Layak Konsumsi

Ilustrasi (Okezone)


WARTAINFO SEMARANG - Datangnya bulan suci Ramadan ini, masih saja dipergunakan sejumlah pedagang nakal untuk mencari keuntungan. Di Ungaran, Kabupaten Semarang petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang bersama instansi terkait termasuk Polri, menemukan daging sapi yang tidak layak konsumsi di Pasar Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang Anang Dwinanta mengatakan, pihaknya telah mengamankan 16 kilogram daging sapi tidak layak konsumsi di pasar Bergas, saat dilaksanakan operasi gabungan bersama instansi terkait termasuk Polri.
 
"Kami sudah melakukan pengawasan ketat pada jalur distribusi daging sapi yang masuk ke kabupaten, tapi masih saja ada yang lolos. Pengawasan bahan pangan asal hewan dan peternakan seperti daging, telor, ikan sebenarnya sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh pihaknya. Hari ini juga daging tetelan yang tidak layak dikomsumsi sudah kami sita," katanya, saat melaksanakan operasi gabungan itu Jumat dini hari (20/7/2012).
 
Menurutnya peningkatan pada pengawasan jalur distribusi daging sapi itu dilakukan agar masyarakat atau konsumen memperoleh bahan pangan asal hewan yang layak konsumsi. "Kami harus menjamin apa yang dibeli masyarakat memang layak untuk di makan," ujar Anang.
 
Namun bagaimanapun, kata Anang, ketatnya pengawasan yang dilakukan petugas, tetap harus ada bantuan dari masyarakat. Bantuan dari masyarakat sangat diperlukan, mereka diminta untuk segera melaporkan bila menemukan adanya daging yang tidak layak konsumsi.
 
"Waspada tetap harus dilakukan masyarakat saat membeli daging sapi. Dengan tingginya kebutuhan akan daging sapi, besar kemungkinan perbuatan curang yang dilakukan oleh pedagang nakal muncul dilapangan. Kalau sudah begini peran masyarakat sangat diperlukan," himbau Anang kepada masyarakat.
 
"Ada kemungkinan daging telah diberi formalin agar seratnya bertahan lama. Pilih daging yang masih tampak merah dan tidak berair," tutup Anang. (ctr).