Rabu, 18 Juli 2012

Pembobol Uang ATM BCA Dibekuk Korbannya Sendiri


              Polisi bersama karyawan Bank Central Asia (BCA) Cabang Banda Aceh berhasil meringkus Ar (42), anggota jaringan pembobol uang ATM milik nasabah bank yang selama ini beraksi di Banda Aceh.
Lelaki asal Palembang itu ditangkap saat berupaya membobol kartu ATM BCA milik Cut Erlis (27), warga Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh yang tersangkut di mesin ATM Komplek Rumah Sakit Fakinah, Banda Aceh, Rabu siang (17/7/2012).
Selain menyita sejumlah kartu ATM dan barang bukti lainnya yang diyakini sebagai alat bantu yang dipergunakan pelaku, polisi juga menemukan sejumlah barang bertulisan Arab yang melekat di bagian tubuh pelaku.
Benda dimaksud diyakini sebagai jimat yang digunakan Ar setiap ingin melancarkan aksinya. Namun, polisi belum dapat memastikan manfaat penggunaan benda-benda magis tersebut.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kasat Reskrim AKP Wahyudi menyebutkan, sejauh ini kasus pencurian uang yang dilakukan Ar dan diyakini anggota jaringan pembobol uang ATM milik nasabah bank, masih dikembangkan.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti kartu ATM dari sejumlah bank serta beberapa benda yang diyakini sebagai alat bantu untuk memperlancar aksinya.
Polisi menduga, uang milik nasabah yang hilang akibat kartu ATM-nya tersangkut di mesin ATM, lalu menghubungi nomor call center palsu yang ditempel oleh anggota jaringan, diyakini bagian dari jaringan Ar, pelaku yang tertangkap itu.
Bahkan, menurut keterangan pelaku kepada penyidik, mereka pernah merambah ke Malaysia demi melakukan aksi kriminal yang sama.
“Bagi yang merasa pernah menjadi korban dari aksi pelaku, kami minta bisa menemui Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh, untuk membuat laporan,” sebut Wahyudi.
Pembobol Uang 

ATM BCA Dibekuk 

Korbannya Sendiri


Polisi bersama karyawan Bank Central Asia (BCA) Cabang Banda Aceh berhasil meringkus Ar (42), anggota jaringan pembobol uang ATM milik nasabah bank yang selama ini beraksi di Banda Aceh.
Lelaki asal Palembang itu ditangkap saat berupaya membobol kartu ATM BCA milik Cut Erlis (27), warga Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh yang tersangkut di mesin ATM Kompleks Rumah Sakit Fakinah, Banda Aceh, Rabu (17/7/2012) siang.
Cut yang saat itu bersama ibunya, Ulfa (60), sempat menelepon nomor call center palsu yang tertera di sisi kanan boks ATM, begitu mengetahui kartunya ditelan mesin. Upaya itu dilakukan setelah pelaku yang berpura-pura antre sebagai seorang nasabah mengarahkan korban agar segera melapor ke nomor telepon call center yang tertera di boks ATM itu.
Cut yang menghubungi nomor call center itu langsung curiga saat seorang wanita yang mengaku dari pusat layanan BCA meminta nomor PIN (personal identification number) kartu ATM miliknya dengan dalih segera diblokir. Tapi, sepengetahuannya, tidak mungkin petugas bank yang resmi meminta nomor PIN seorang nasabahnya, sehingga kecurigaannya pun bertambah.
Apalagi korban mengamati kembali nomor call center yang harus dihubunginya itu menggunakan nomor handphone pribadi.
“Pembicaraan saya dengan wanita yang mengaku dari pusat layanan BCA itu sempat putus, sepertinya dia habis pulsa. Karena tak lama setelah itu dia hubungi saya lagi pakai nomor lain. Waktu putus itulah, saya gunakan meminta bantuan teman mencari tahu nomor petugas BCA yang bisa saya hubungi. Jadi, saat pembicaraan kami berlanjut lagi dan dia minta nomor PIN, saya pun memberikan nomor PIN palsu,” kata Cut Erlis kepadaSerambi (Tribun Network).
Wanita yang diyakini Cut Erlis sebagai bagian sindikat itu, meminta agar korban segera melapor ke BCA terdekat untuk melaporkan kejadian tertelannya kartu ATM tersebut. Namun, karena kecurigaannya sudah begitu kuat, Cut bersama ibunya justru enggan beranjak dari gerai ATM tersebut.
“Setelah saya hubungi, mereka minta saya menunggu di sana. Pada waktu itulah terlihat gerak-gerik pria yang sebelumnya sempat mengantre dan menyuruh saya menghubungi nomor call center yang tertera di boks ATM BCA itu, seperti orang gelisah,” ujarnya.
Hal itu membuatnya semakin curiga. Apalagi, wanita yang sebelumnya menelepon Cut dan mengaku dari pusat layanan BCA, beberapa kali menghubunginya dan meminta korban segera melapor ke BCA.
“Saya merasa seperti ada yang mengamati. Pasalnya, cewek yang mengaku dari pusat layanan itu tahu saya ada duduk di sana. Karena semakin waswas saya pun coba minta pinjam gunting pada apotek di samping ATM itu, sekadar memastikan apa ada benda yang mengganjal, sehingga kartu ATM saya tertahan. Waktu itu juga wanita itu kembali menghubungi hp saya dan meminta saya tidak melakukan tindakan apa pun pada mesin ATM,” ungkap Cut Erlis.
Instingnya mulai mengisyaratkan bahwa ia sedang berhadapan dengan anggota sindikat pencurian uang di ATM milik nasabah, sehingga ia sangat berharap petugas bank segera datang.
“Saya langsung pergi setelah petugas berada di sana dan memastikan anggota sindikat itu sedang masuk ke dalam boks ATM,” ujar korban.
Informasi yang diperoleh Serambi, pelaku yang tertangkap basah di bagian boks ATM saat beraksi mengeluarkan kartu ATM dari mesin itu langsung berusaha kabur ke belakang rumah sakit. Teriakan maling pun mengagetkan masyarakat, sehingga aksi amuk massa pun tak terhindarkan saat pelaku berhasil ditangkap.
Selama ini diketahui upaya pengungkapan terhadap jaringan pembobol uang dari kartu ATM milik nasabah itu sulit diungkap, karena jaringannya dinilai cukup terorganisir dengan rapi. Terbukti dari beberapa nomor call center palsu yang pernah ditemukan terpasang di boks ATM yang areanya berada di luar Aceh, seperti pernah dirilis Serambi sebelumnya, yakni nomor 021-703-38-377 yang terpasang di boks ATM Bank Mandiri. Bahkan di boks ATM Bank Mandiri Ajuen juga pernah tertempel nomor call center palsu, yakni 0651-7129284.

Tumis Kacang Panjang Merah


Kategori:   Salad sayuran
Layanan   Untuk 6 orang


Deskripsi:
Kacang panjang merah? Ya, inilah jenis sayuran yang bakal jadi trend tahun ini. Rasanya renyah sedikit manis. Mengandung betakaroten dan serat yang bagus. Ditumis dengan tauge, jadi renyah-renyah enak!

Bahan-bahan:
Bahan:
  • 2 sdm minyak sayur
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 2 butir bawang merah cincang
  • 2 buah cabai merah, iris menyerong
  • 50 g udang kupas, iris kasar
  • 10 helai kacang panjang merah, potong 3 cm
  • 50 g tauge besar
  • 100 ml air
  • 1 sdm sauas tiram
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam


Petunjuk
Cara membuat:
  1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi.
  2. Masukkan cabai, aduk hingga layu.
  3. Tambahkan udang, aduk hingga berubah warna.
  4. Masukkan kacang panjang, Tutup wajan, biarkan hingga mendidih.
  5. Aduk-aduk, masak kembali hingga kacang layu.
  6. Masukkan air, tauge, saus tiram, merica dan garam.
  7. Aduk hingga layu dan mendidih. Angkat.

Wayang Kulit, Mahakarya Seni Pertunjukan Jawa


Seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari lima abad. Membawa kisah Ramayana dan Mahabharata, pagelaran selama semalam suntuk ini menjadi ruang yang tepat untuk melewatkan malam, berefleksi dan memahami filosofi hidup Jawa.


Wayang Kulit Show



alam di Yogyakarta akan terasa hidup jika anda melewatkannya dengan melihat wayang kulit. Irama gamelan yang rancak berpadu dengan suara merdu para sinden takkan membiarkan anda jatuh dalam kantuk. Cerita yang dibawakan sang dalang akan membawa anda larut seolah ikut masuk menjadi salah satu tokoh dalam kisah yang dibawakan. Anda pun dengan segera akan menyadari betapa agungnya budaya Jawa di masa lalu.
Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.


Pagelaran wayang kulit dimainkan oleh seorang yang kiranya bisa disebut penghibur publik terhebat di dunia. Bagaimana tidak, selama semalam suntuk, sang dalang memainkan seluruh karakter aktor wayang kulit yang merupakan orang-orangan berbahan kulit kerbau dengan dihias motif hasil kerajinan tatah sungging(ukir kulit). Ia harus mengubah karakter suara, berganti intonasi, mengeluarkan guyonan dan bahkan menyanyi. Untuk menghidupkan suasana, dalang dibantu oleh musisi yang memainkan gamelan dan para sinden yang menyanyikan lagu-lagu Jawa.
Tokoh-tokoh dalam wayang keseluruhannya berjumlah ratusan. Orang-orangan yang sedang tak dimainkan diletakkan dalam batang pisang yang ada di dekat sang dalang. Saat dimainkan, orang-orangan akan tampak sebagai bayangan di layar putih yang ada di depan sang dalang. Bayangan itu bisa tercipta karena setiap pertunjukan wayang memakai lampu minyak sebagai pencahayaan yang membantu pemantulan orang-orangan yang sedang dimainkan.
Setiap pagelaran wayang menghadirkan kisah atau lakon yang berbeda. Ragam lakon terbagi menjadi 4 kategori yaitu lakon pakem, lakon carangan, lakon gubahan dan lakon karangan. Lakon pakem memiliki cerita yang seluruhnya bersumber pada perpustakaan wayang sedangkan pada lakon carangan hanya garis besarnya saja yang bersumber pada perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat-tempat yang sesuai pada perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya bersifat lepas.
Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab tua yang dipakai, Kitab Purwakanda adalah yang paling sering digunakan oleh dalang-dalang dari Kraton Yogyakarta. Pagelaran wayang kulit dimulai ketika sang dalang telah mengeluarkan gunungan. Sebuah pagelaran wayang semalam suntuk gaya Yogyakarta dibagi dalam 3 babak yang memiliki 7 jejeran (adegan) dan 7 adegan perang. Babak pertama, disebut pathet lasem, memiliki 3 jejeran dan 2 adegan perang yang diiringi gending-gending pathet lasem. Pathet Sanga yang menjadi babak kedua memiliki 2 jejeran dan 2 adegan perang, sementara Pathet Manura yang menjadi babak ketiga mempunyai 2 jejeran dan 3 adegan perang. Salah satu bagian yang paling dinanti banyak orang pada setiap pagelaran wayang adalah gara-gara yang menyajikan guyonan-guyonan khas Jawa.
Sasono Hinggil yang terletak di utara alun-Alun Selatan adalah tempat yang paling sering menggelar acara pementasan wayang semalam suntuk, biasanya diadakan setiap minggu kedua dan keempat mulai pukul 21.00 WIB. Tempat lainnya adalah Bangsal Sri Maganti yang terletak di Kraton Yogyakarta. Wayang Kulit di bangsal tersebut dipentaskan selama 2 jam mulai pukul 10.00 WIB setiap hari Sabtu dengan tiket Rp 5.000,00.
Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Copyright © 2006 YogYES.COM

Setiawan Djody Sambangi Rumah Dinas Jokowi



M Wismabrata
Jokowi saat bertemui Setiawan Djody di Lojigandrung, Solo.
SOLO,Wartainfo.com - Dedengkot grup musik cadas Kantata Takwa, Setiawan Djody, menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo menjadi Gubernur DKI. Hal itu diungkapkannya saat menemui Jokowi di Solo, Rabu (18/7/2012).
Dengan setelan baju dan celana warna putih, Djody mendatangi Rumah Dinas Walikota Solo di Lojigandrung.
Menurut Setiawan Djody, Jokowi merupakan calon yang pas untuk memimpin Jakarta. Djody menganggap dua calon yang bersaing di pilkada putaran kedua semuanya berkualitas, namun dirinya menganggap Jokowi mempunyai kelebihan dibandingkan calon petahana.
"Saya bukan anggota partai apapun dan mempunyai hak untuk memilih. Kedua calon semua sama-sama baik, baik Foke maupun Jokowi, namun buat saya yang terbaik adalah Jokowi," kata Setiawan Djody.
Namun saat didesak alasan memilih Jokowi, Setiawan Djody menolak menjelaskan dan hal tersebut merupakan hak asasinya. "Kita jelaskan nanti alasannya, dan itu termasuk hak asasi saya," katanya.
Menanggapi salah satu pertanyaan wartawan tentang bentuk dukungan kepada Jokowi berupa dana, tokoh musik tersebut pun membantahnya. "Oh enggak, kita relawan biasa. Bahaya itu, nanti diserang black campaign," katanya sambil tersenyum.
Kedatangannya menemui Jokowi menurut dia hanya karena kedekatannya yang sudah terjalin sejak pemilihan walikota Solo dan juga sesama pengusaha, dan tentunya sesama penggemar musik cadas.

Setiawan Djody Sambangi Rumah Dinas Jokowi



M Wismabrata
Jokowi saat bertemui Setiawan Djody di Lojigandrung, Solo.
SOLO, Wartainfo.com - Dedengkot grup musik cadas Kantata Takwa, Setiawan Djody, menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo menjadi Gubernur DKI. Hal itu diungkapkannya saat menemui Jokowi di Solo, Rabu (18/7/2012).
Dengan setelan baju dan celana warna putih, Djody mendatangi Rumah Dinas Walikota Solo di Lojigandrung.
Menurut Setiawan Djody, Jokowi merupakan calon yang pas untuk memimpin Jakarta. Djody menganggap dua calon yang bersaing di pilkada putaran kedua semuanya berkualitas, namun dirinya menganggap Jokowi mempunyai kelebihan dibandingkan calon petahana.
"Saya bukan anggota partai apapun dan mempunyai hak untuk memilih. Kedua calon semua sama-sama baik, baik Foke maupun Jokowi, namun buat saya yang terbaik adalah Jokowi," kata Setiawan Djody.
Namun saat didesak alasan memilih Jokowi, Setiawan Djody menolak menjelaskan dan hal tersebut merupakan hak asasinya. "Kita jelaskan nanti alasannya, dan itu termasuk hak asasi saya," katanya.
Menanggapi salah satu pertanyaan wartawan tentang bentuk dukungan kepada Jokowi berupa dana, tokoh musik tersebut pun membantahnya. "Oh enggak, kita relawan biasa. Bahaya itu, nanti diserang black campaign," katanya sambil tersenyum.
Kedatangannya menemui Jokowi menurut dia hanya karena kedekatan yang sudah terjalin sejak pemilihan walikota Solo dan juga sesama pengusaha, dan tentunya sesama penyuka musik cadas.